[19]مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ
Ia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu;
[20]بَيۡنَہُمَا بَرۡزَخٌ۬ لَّا يَبۡغِيَانِ
Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya;
Ia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu;
[20]بَيۡنَہُمَا بَرۡزَخٌ۬ لَّا يَبۡغِيَانِ
Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya;
Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita ,
Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter,
airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari
60 meter, airnya menjadi air masin, lalu anda dapat melihat sebuah
"sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan yang
terapung.
Ia mungkin kelihatan seperti sungai,tetapi ia bukan sungai yang sebenar.
Ia hanya satu lapisan hidrogen sulfida di bawahnya. Ia kelihatan mengejutkan
dan tidak dapat dilupakan apabila anda sampai ke sana dan melihat dengan mata
anda sendiri. Dalam perjalanan ke bawah anda, anda boleh melihat lapisan
batu-batu yang menakjubkan yang terbentuk semasa zaman ais terakhir.
"Dan Dialah yang membiarkan
dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain
masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang
menghalangi." (Al Qur'an, Al Furqan:53)
Ilmu pengetahuan moden telah mendedahkan bahawa pada tempat-tempat di mana
dua lautan yang berlainan bertemu ada batas di antara kedua-duanya. Had ini
membahagi kedua-dua lautan sehingga setiap laut mempunyai suhu, kadar garam dan
kepekatan tersendiri. Sebagai contoh, laut Mediterranean mempunyai air yang
hangat, berkadar garam tinggi dan lebih pekat berbanding dengan lautan
Atlantik. Ketika laut Mediterranean memasuki Atlantik melalui selat Jibraltar,
airnya bergerak beberapa ratus kilometer ke wilayah Atlantik pada kedalaman
1000 meter dengan tetap mempertahankan sifatnya yang hangat, berkadar garam
tinggi dan lebih pekat. Pada kedalaman ini, air laut Mediterranean berada dalam
keadaan stabil. Walaupun ada ombak besar, arus dan pasang surut yang kuat,
seolah-olah ada batas yang menghalang pencampuran air dari ke dua lautan ini.
Air laut Mediterranean ketika memasuki Atlantik melalui selat Jibraltar
turun ke kedalaman dengan tetap membawa sifatnya yang lebih hangat, berkadar
garam lebih tinggi dan lebih pekat kerana ada batas yang membahagi antara
kedua-dua lautan tersebut. Suhu dalam darjah Celsius. (Marine Geology, Kuenen,
hal. 43, dengan sedikit perubahan.)
Al Qur'an menyebutkan bahwa ada batas antara dua lautan yang bertemu dan keduanya tidak melampaui batasan ini. Allah berfirman:
Al Qur'an menyebutkan bahwa ada batas antara dua lautan yang bertemu dan keduanya tidak melampaui batasan ini. Allah berfirman:
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
“Dia membiarkan dua lautan mengalir
yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui
masing-masing.” (Al Qur'an, Ar-Rahman (55):19-20)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut,
tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap
rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di
sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi
keduanya.
Fenomena ganjil itu memusingkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk
mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan.
Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu
menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak
kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil
tersebut.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua
lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana
terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun
tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang
berbunyi "Yakhruju minhuma lu¡¯lu`u wal marjaan¡" yang artinya
"Keluar dari keduanya mutiara dan marjan". Padahal di muara sungai
tidak ditemukan mutiara.
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini
tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara
keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Qs. 25 Al
Furqan:53
Allahu Akbar…..!!!
Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha
Benar Allah yang Maha Agung.
Di Prancis, Islam telah menyebar dengan kecepatan sangat tinggi diantara
rakyat Prancis. Jumlah warga Prancis yg meninggalkan Christian & bertukar
jadi Islam telah mencapai 40.000 orang per tahun.
Adalah suatu hal yg patut diperhatikan jika orang-orang yg berpindah
menjadi Islam ialah tak cuma berlaku di kalangan pekerja & rakyat sipil
biasa, tapi juga dari kalangan termashur & terkenal dari berbagai
bidang.
Di antara orang-orang yang memilih Islam itu ialah Mr. Jacques Cousteau,
yang diketahui oleh dunia luas dari explorasinya soalan kehidupan dibawah
air.
Seperti gelombang besar orang-orang ramai memeluk islam telah menyebar
diantara Bintang superstar dunia dari Prancis, Captain Cousteau, Petualang
bawah air paling terkenal di dunia, dia membagi tahu jika dia memilih Islam
ialah KEPUTUSAN PALING TEPAT dalam sepanjang hidupnya.
Captain Cousteau, yang memaparkan rahasia samudra demi samudra dalam
cinema film yg dia buat dan telah di siar luaskan oleh berbagai televisi dunia
dalam TV program yaitu "Sub-Headed The Living Sea", memaparkan jika
alasan sebenarnya yg membuat dia secara pasti memilih agama Islam
ialah:
setelah memeriksa & membuktikan jika Samudra Atlantik dan Laut
Mediteranian tidak bercampur satu sama lain, dia membuktikan sendiri jika
kejadian ini terdapat dalam Qur'anul Karim yg telah tertulis 1400 tahun lalu
saat belum ada peralatan oceanography secanggih abad 20.
Captain Cousteau bercerita saat saat kejadian yg menyebabkan dia memeluk
Islam seperti dibawah ini:
"Pada tahun 1962, Ilmuwan Jerman mengatakan jika air dari Laut Merah
dan Samudra India tidak bercampur satu sama lain di selat Bab-Ul-Mandab dimana
Teluk Aden & Laut Merah bertemu. Jadi, kami memulai menyelidiki cuaca &
air dari Samudra Atlantik & Laut Mediteranian bertemu satu sama lain.
Kali pertama, kami analisa air dari Mediteranian untuk menemukan Kadar
Garam & Kepadatan Air serta yang berkenaan dengan keduanya. Kami
mengulanginya dengan cara yg sama pada Samudra Atlantik. Dua jenis lautan telah
bertemu satu sama lain di selat Gibraltar selama ribuan tahun.
Seharusnya, dua lautan bersatu sama lain dan mereka seharusnya berbagi
materi air, atau setidaknya hampir sama Kadar Garam & Kerapatan Airnya.
Tetapi yg terjadi ialah sebaliknya, meski dalam tempat yg sama, dimana dua
lautan itu bertemu, maka dua lautan ini nampak jelas sangat tetap terpisah satu
sama lain.
Dalam pemaparan lain, soal dimana dua lautan bertemu, batas air ini
memisahkan dan mencegah air dua lautan ini bersatu. Sewaktu saya sampaikan pada
Professor Maurice Bucaille soalan kejadian alam ini, dia berkata: "Itu tak
mengejutkan saya kerana itu telah tertulis jelas dalam kitab suci ummat Islam,
Qur'anul Karim."
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi
kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan
yang dalam.
Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang
silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur¡¯an
memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh
kandungannya mutlak benar.
Sungguh! Fakta ini telah ditulis dengan bahasa yg jelas sangat dalam Qur'anul Kariim. Saat saya ketahui hal ini, Saya percaya dengan bukti jika Qur'anul Kariim ialah "Firman ALLAH". Saya lalu memilih islam, Agama yang benar. Kebenaran & kejujuran dalam agama Islam memberi saya kekuatan untuk menanggung beban hati yg diderita kerana kehilangan anak saya."
Sungguh! Fakta ini telah ditulis dengan bahasa yg jelas sangat dalam Qur'anul Kariim. Saat saya ketahui hal ini, Saya percaya dengan bukti jika Qur'anul Kariim ialah "Firman ALLAH". Saya lalu memilih islam, Agama yang benar. Kebenaran & kejujuran dalam agama Islam memberi saya kekuatan untuk menanggung beban hati yg diderita kerana kehilangan anak saya."
Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah
lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai¡ luar biasa bukan? Lihatlah
betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat
sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya,Apakah
caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?± Rasulullah s.a.w.
bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Itulah mengapa Qur'an disebut mukjizat terbesar & sepanjang masa
karena banyak ayat Qur'an yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan modern abad
terahir. Mulai dari Astronomi, Geology, Biology, Matematika, chemistry,
Oceanography dan segala bidang.
Subhanallah………



Tidak ada komentar:
Posting Komentar