Selasa, 15 Oktober 2013

SUNGAI DALAM LAUT



 [19]مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ
Ia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu;
[20]
بَيۡنَہُمَا بَرۡزَخٌ۬ لَّا يَبۡغِيَانِ
Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya; 


Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air masin, lalu anda dapat melihat sebuah "sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan yang terapung.
Ia mungkin kelihatan seperti sungai,tetapi ia bukan sungai yang sebenar. Ia hanya satu lapisan hidrogen sulfida di bawahnya. Ia kelihatan mengejutkan dan tidak dapat dilupakan apabila anda sampai ke sana dan melihat dengan mata anda sendiri. Dalam perjalanan ke bawah anda, anda boleh melihat lapisan batu-batu yang menakjubkan yang terbentuk semasa zaman ais terakhir. 
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Al Qur'an, Al Furqan:53)
Ilmu pengetahuan moden telah mendedahkan bahawa pada tempat-tempat di mana dua lautan yang berlainan bertemu ada batas di antara kedua-duanya. Had ini membahagi kedua-dua lautan sehingga setiap laut mempunyai suhu, kadar garam dan kepekatan tersendiri. Sebagai contoh, laut Mediterranean mempunyai air yang hangat, berkadar garam tinggi dan lebih pekat berbanding dengan lautan Atlantik. Ketika laut Mediterranean memasuki Atlantik melalui selat Jibraltar, airnya bergerak beberapa ratus kilometer ke wilayah Atlantik pada kedalaman 1000 meter dengan tetap mempertahankan sifatnya yang hangat, berkadar garam tinggi dan lebih pekat. Pada kedalaman ini, air laut Mediterranean berada dalam keadaan stabil. Walaupun ada ombak besar, arus dan pasang surut yang kuat, seolah-olah ada batas yang menghalang pencampuran air dari ke dua lautan ini.
Air laut Mediterranean ketika memasuki Atlantik melalui selat Jibraltar turun ke kedalaman dengan tetap membawa sifatnya yang lebih hangat, berkadar garam lebih tinggi dan lebih pekat kerana ada batas yang membahagi antara kedua-dua lautan tersebut. Suhu dalam darjah Celsius. (Marine Geology, Kuenen, hal. 43, dengan sedikit perubahan.)
Al Qur'an menyebutkan bahwa ada batas antara dua lautan yang bertemu dan keduanya tidak melampaui batasan ini. Allah berfirman: 

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Al Qur'an, Ar-Rahman (55):19-20)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. 
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. 
Fenomena ganjil itu memusingkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. 
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu¡¯lu`u wal marjaan¡" yang artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan". Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara. 
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Qs. 25 Al Furqan:53 


Allahu Akbar…..!!­!
Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. 
Di Prancis, Islam telah menyebar dengan kecepatan sangat tinggi diantara rakyat Prancis. Jumlah warga Prancis yg meninggalkan Christian & bertukar jadi Islam telah mencapai 40.000 orang per tahun.
Adalah suatu hal yg patut diperhatikan jika orang-orang yg berpindah menjadi Islam ialah tak cuma berlaku di kalangan pekerja & rakyat sipil biasa, tapi juga dari kalangan termashur & terkenal dari berbagai bidang. 
Di antara orang-orang yang memilih Islam itu ialah Mr. Jacques Cousteau, yang diketahui oleh dunia luas dari explorasinya soalan kehidupan dibawah air. 
Seperti gelombang besar orang-orang ramai memeluk islam telah menyebar diantara Bintang superstar dunia dari Prancis, Captain Cousteau, Petualang bawah air paling terkenal di dunia, dia membagi tahu jika dia memilih Islam ialah KEPUTUSAN PALING TEPAT dalam sepanjang hidupnya. 
Captain Cousteau, yang memaparkan rahasia samudra demi samudra dalam cinema film yg dia buat dan telah di siar luaskan oleh berbagai televisi dunia dalam TV program yaitu "Sub-Headed The Living Sea", memaparkan jika  alasan sebenarnya yg membuat dia secara pasti memilih agama Islam ialah: 
setelah memeriksa & membuktikan jika Samudra Atlantik dan Laut Mediteranian tidak bercampur satu sama lain, dia membuktikan sendiri jika kejadian ini terdapat dalam Qur'anul Karim yg telah tertulis 1400 tahun lalu saat belum ada peralatan oceanography secanggih abad 20. 
Captain Cousteau bercerita saat saat kejadian yg menyebabkan dia memeluk Islam seperti dibawah ini: 
"Pada tahun 1962, Ilmuwan Jerman mengatakan jika air dari Laut Merah dan Samudra India tidak bercampur satu sama lain di selat Bab-Ul-Mandab dimana Teluk Aden & Laut Merah bertemu. Jadi, kami memulai menyelidiki cuaca & air dari Samudra Atlantik & Laut Mediteranian bertemu satu sama lain. 
Kali pertama, kami analisa air dari Mediteranian untuk menemukan Kadar Garam & Kepadatan Air serta yang berkenaan dengan keduanya. Kami mengulanginya dengan cara yg sama pada Samudra Atlantik. Dua jenis lautan telah bertemu satu sama lain di selat Gibraltar selama ribuan tahun. 
Seharusnya, dua lautan bersatu sama lain dan mereka seharusnya berbagi materi air, atau setidaknya hampir sama Kadar Garam & Kerapatan Airnya. Tetapi yg terjadi ialah sebaliknya, meski dalam tempat yg sama, dimana dua lautan itu bertemu, maka dua lautan ini nampak jelas sangat tetap terpisah satu sama lain. 
Dalam pemaparan lain, soal dimana dua lautan bertemu, batas air ini memisahkan dan mencegah air dua lautan ini bersatu. Sewaktu saya sampaikan pada Professor Maurice Bucaille soalan kejadian alam ini, dia berkata: "Itu tak mengejutkan saya kerana itu telah tertulis jelas dalam kitab suci ummat Islam, Qur'anul Karim." 
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.
Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. 
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur¡¯an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar.
Sungguh! Fakta ini telah ditulis dengan bahasa yg jelas sangat dalam Qur'anul Kariim. Saat saya ketahui hal ini, Saya percaya dengan bukti jika Qur'anul Kariim ialah "Firman ALLAH". Saya lalu memilih islam, Agama yang benar. Kebenaran & kejujuran dalam agama Islam memberi saya kekuatan untuk menanggung beban hati yg diderita kerana kehilangan anak saya." 
Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai¡­ luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT. 
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya,Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?± Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.” 
Itulah mengapa Qur'an disebut mukjizat terbesar & sepanjang masa karena banyak ayat Qur'an yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan modern abad terahir. Mulai dari Astronomi, Geology, Biology, Matematika, chemistry, Oceanography dan segala bidang.

Subhanallah………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 15 Oktober 2013

SUNGAI DALAM LAUT



 [19]مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ
Ia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu;
[20]
بَيۡنَہُمَا بَرۡزَخٌ۬ لَّا يَبۡغِيَانِ
Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya; 


Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air masin, lalu anda dapat melihat sebuah "sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan yang terapung.
Ia mungkin kelihatan seperti sungai,tetapi ia bukan sungai yang sebenar. Ia hanya satu lapisan hidrogen sulfida di bawahnya. Ia kelihatan mengejutkan dan tidak dapat dilupakan apabila anda sampai ke sana dan melihat dengan mata anda sendiri. Dalam perjalanan ke bawah anda, anda boleh melihat lapisan batu-batu yang menakjubkan yang terbentuk semasa zaman ais terakhir. 
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Al Qur'an, Al Furqan:53)
Ilmu pengetahuan moden telah mendedahkan bahawa pada tempat-tempat di mana dua lautan yang berlainan bertemu ada batas di antara kedua-duanya. Had ini membahagi kedua-dua lautan sehingga setiap laut mempunyai suhu, kadar garam dan kepekatan tersendiri. Sebagai contoh, laut Mediterranean mempunyai air yang hangat, berkadar garam tinggi dan lebih pekat berbanding dengan lautan Atlantik. Ketika laut Mediterranean memasuki Atlantik melalui selat Jibraltar, airnya bergerak beberapa ratus kilometer ke wilayah Atlantik pada kedalaman 1000 meter dengan tetap mempertahankan sifatnya yang hangat, berkadar garam tinggi dan lebih pekat. Pada kedalaman ini, air laut Mediterranean berada dalam keadaan stabil. Walaupun ada ombak besar, arus dan pasang surut yang kuat, seolah-olah ada batas yang menghalang pencampuran air dari ke dua lautan ini.
Air laut Mediterranean ketika memasuki Atlantik melalui selat Jibraltar turun ke kedalaman dengan tetap membawa sifatnya yang lebih hangat, berkadar garam lebih tinggi dan lebih pekat kerana ada batas yang membahagi antara kedua-dua lautan tersebut. Suhu dalam darjah Celsius. (Marine Geology, Kuenen, hal. 43, dengan sedikit perubahan.)
Al Qur'an menyebutkan bahwa ada batas antara dua lautan yang bertemu dan keduanya tidak melampaui batasan ini. Allah berfirman: 

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Al Qur'an, Ar-Rahman (55):19-20)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. 
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. 
Fenomena ganjil itu memusingkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. 
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu¡¯lu`u wal marjaan¡" yang artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan". Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara. 
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Qs. 25 Al Furqan:53 


Allahu Akbar…..!!­!
Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. 
Di Prancis, Islam telah menyebar dengan kecepatan sangat tinggi diantara rakyat Prancis. Jumlah warga Prancis yg meninggalkan Christian & bertukar jadi Islam telah mencapai 40.000 orang per tahun.
Adalah suatu hal yg patut diperhatikan jika orang-orang yg berpindah menjadi Islam ialah tak cuma berlaku di kalangan pekerja & rakyat sipil biasa, tapi juga dari kalangan termashur & terkenal dari berbagai bidang. 
Di antara orang-orang yang memilih Islam itu ialah Mr. Jacques Cousteau, yang diketahui oleh dunia luas dari explorasinya soalan kehidupan dibawah air. 
Seperti gelombang besar orang-orang ramai memeluk islam telah menyebar diantara Bintang superstar dunia dari Prancis, Captain Cousteau, Petualang bawah air paling terkenal di dunia, dia membagi tahu jika dia memilih Islam ialah KEPUTUSAN PALING TEPAT dalam sepanjang hidupnya. 
Captain Cousteau, yang memaparkan rahasia samudra demi samudra dalam cinema film yg dia buat dan telah di siar luaskan oleh berbagai televisi dunia dalam TV program yaitu "Sub-Headed The Living Sea", memaparkan jika  alasan sebenarnya yg membuat dia secara pasti memilih agama Islam ialah: 
setelah memeriksa & membuktikan jika Samudra Atlantik dan Laut Mediteranian tidak bercampur satu sama lain, dia membuktikan sendiri jika kejadian ini terdapat dalam Qur'anul Karim yg telah tertulis 1400 tahun lalu saat belum ada peralatan oceanography secanggih abad 20. 
Captain Cousteau bercerita saat saat kejadian yg menyebabkan dia memeluk Islam seperti dibawah ini: 
"Pada tahun 1962, Ilmuwan Jerman mengatakan jika air dari Laut Merah dan Samudra India tidak bercampur satu sama lain di selat Bab-Ul-Mandab dimana Teluk Aden & Laut Merah bertemu. Jadi, kami memulai menyelidiki cuaca & air dari Samudra Atlantik & Laut Mediteranian bertemu satu sama lain. 
Kali pertama, kami analisa air dari Mediteranian untuk menemukan Kadar Garam & Kepadatan Air serta yang berkenaan dengan keduanya. Kami mengulanginya dengan cara yg sama pada Samudra Atlantik. Dua jenis lautan telah bertemu satu sama lain di selat Gibraltar selama ribuan tahun. 
Seharusnya, dua lautan bersatu sama lain dan mereka seharusnya berbagi materi air, atau setidaknya hampir sama Kadar Garam & Kerapatan Airnya. Tetapi yg terjadi ialah sebaliknya, meski dalam tempat yg sama, dimana dua lautan itu bertemu, maka dua lautan ini nampak jelas sangat tetap terpisah satu sama lain. 
Dalam pemaparan lain, soal dimana dua lautan bertemu, batas air ini memisahkan dan mencegah air dua lautan ini bersatu. Sewaktu saya sampaikan pada Professor Maurice Bucaille soalan kejadian alam ini, dia berkata: "Itu tak mengejutkan saya kerana itu telah tertulis jelas dalam kitab suci ummat Islam, Qur'anul Karim." 
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.
Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. 
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur¡¯an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar.
Sungguh! Fakta ini telah ditulis dengan bahasa yg jelas sangat dalam Qur'anul Kariim. Saat saya ketahui hal ini, Saya percaya dengan bukti jika Qur'anul Kariim ialah "Firman ALLAH". Saya lalu memilih islam, Agama yang benar. Kebenaran & kejujuran dalam agama Islam memberi saya kekuatan untuk menanggung beban hati yg diderita kerana kehilangan anak saya." 
Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai¡­ luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT. 
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya,Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?± Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.” 
Itulah mengapa Qur'an disebut mukjizat terbesar & sepanjang masa karena banyak ayat Qur'an yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan modern abad terahir. Mulai dari Astronomi, Geology, Biology, Matematika, chemistry, Oceanography dan segala bidang.

Subhanallah………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar